Category Archives: PDDJ

Seleksi Tahap II Pemilihan Dimas Diajeng Kota Jogja 2015 : Tes Tertulis, Audisi Internal & Forum Group Discussion.

DSC_1342 Hari ini Minggu (29/3) bertempat di Balaikota Kota Yogyakarta telah sukses diselenggarakan proses seleksi tahap II Pemilihan Dimas Diajeng Kota Jogja 2015. Acara tersebut meliputi tes tertulis, wawancara, dan Focus Group Discussion (FGD), setelah sebelumnya dilaksanakan proses pemilihan tahap I pada Minggu (22/3) yang meliputi sarasehan dan tes psikotes bagi seluruh peserta. Dalam penyelenggaraan proses tahap II

Sarasehan Budaya & Psikotest Pemilihan Dimas Diajeng Kota Jogja 2015

2Pemilihan Dimas Diajeng Kota Jogja merupakan salah satu bentuk upaya yang dilakukan untuk mengajak para kaum muda untuk melestarikan kebudayaan yang ada di Indonesia pada umumnya dan di Yogyakarta pada khususnya. Tentu dalam pelaksanaan dan penyelenggaraan Yogyakarta sebagai Kota Pariwisata perlu mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk generasi muda di dalamnya.

Pemilihan Dimas Diajeng Kota Jogja

IMG_1807Pemilihan Dimas & Diajeng Kota Jogja merupakan salah satu bentuk upaya yang dilakukan untuk melakukan persuasi pada kaum muda dan khalayak umum terkait pelestarian budaya. Pemilihan Dimas & Diajeng Kota Jogja 2015 memiliki misi untuk mengajak dan melibatkan kaum muda dalam bidang pariwisata dan budaya. Pemilihan Dimas & Diajeng Kota Jogja 2015 merupakan momentum yang strategis untuk bersinergi dengan telah ditetapkannya UU Keistimewaan DIY, yakni mengusung keunikan dan kekhasan pariwisata serta budaya Jogja di dalam maupun luar daerah.

Science Film Festival Kembali Digelar di Jogja

DSC_0890Setelah sukses menggelar acara bertaraf Internasional, Science Film Festival pada tahun lalu dengan kurang lebih 1850 peserta. Tahun 2014 Paguyuban Dimas Diajeng Jogja kembali dipercaya oleh Goethe-Institut menjadi mitra lokal penyelengaraan Science Film Festival 2014.

Science Film Festival adalah adalah satu acara dari Goethe-Institut yang paling besar dan telah berlangsung paling lama di dunia. Tahun 2014 merupakan tahun kelima bagi Indonesia dalam penyelenggaraan Science Film Festival. Kegiatan ini berlangsung serentak dari tgl 13-28 November 2014 di 37 kota, salah satunya Yogyakarta. Festival ini pertama kali diselenggarakan di Thailand pada tahun 2005 yang kemudian dikembangkan di negara-negara lain di Asia Tenggara, 

“Barokah” (Bakti Roso Sosial lan Sedekah) Dimas Diajeng #2

DSC_0275

Sebagai program kerja tahunan dalam bulan suci ramadhan, Paguyuban Dimas Diajeng Jogja kembali menggelar acara bertajuk BAROKAH Dimas Diajeng #2 (Bakti Roso Sosial lan Sedekah Dimas Diajeng) di Panti Asuhan Balita Yayasan Gotong Royong pada hari Sabtu 12 Juli 2014. Kegiatan ini merupakan kali kedua sejak dimulai tahun 2013 lalu yang diselenggarakan di Panti Wredha Budi Dharma Giwangan. Kegiatan Barokah sendiri memang dikonsep dengan menekankan Bakti Roso Sosial, dimana keluarga Paguyuban Dimas Diajeng Jogja ingin meluangkan waktu barang sehari untuk berbagi rasa, berbagi cerita dengan saudara-saudara yang kurang beruntung, walaupun kami juga berupaya untuk memberikan sedikit rizki untuk saudara kami tersebut.

Ribuan Anak Bergembira di SFF Jogja 2013

DSC_0372 copyBagi anak-anak mendengar kata sains, mungkin bisa jadi menjadi sesuatu yang susah dan membosankan. Namun, hal itu tidak berlaku di Science Film Festival Jogja 2013. Program besutan Goethe-Institut ini merupakan festival yang paling besar dan telah berlangsung paling lama di dunia. Program ini bertujuan mengenalkan bahwa belajar sains itu mudah dan menyenangkan menggunakan media film.

Festival ini pertama kali diselenggarakan di Thailand pada tahun 2005, dan kemudian dikembangkan ke Kamboja, Indonesia, Yordania, Laos, Myanmar, Palestina, Filipina, Uni Emirat Arab dan Vietnam. Di masing-masing negara terjalin kerjasama erat dengan mitra-mitra lokal. Menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi Paguyuban Dimas Diajeng Jogja

Berbagi Cerita di Panti Wredha Budi Dharma

DSC_0855Kalau biasanya kita mendengar istilah bakti sosial ketika memasuki bulan Ramadhan dengan membagikan buku, baju atau sembako gratis, Paguyuban Dimas Diajeng Jogja mengadakan sebuah kegiatan bakti sosial yang berbeda dari biasanya. Kegiatan tersebut bertajuk  BAROKAH, dimaknai sebagai Bakti Roso Sosial lan Sedekah.

Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 21 Juli 2013, Pukul 14.00 WIB, di Panti Wredha Budi Dharma Giwangan. Dalam kegiatan ini Paguyuban Dimas Diajeng Jogja mengadakan

269115_1954172967285_876176_n

Tourist Information Service

Dimas dan Diajeng Kota Jogja, tidak hanya bertugas seperti yang kebanyakan orang duga yang hanya tampil dalam pawai atau mendampingi Kepala Dinas atau pejabat lainnya dalam suatu acara. Tetapi Dimas dan Diajeng juga aktif dalam kegiatan promosi atau memperkenalkan pariwisata Kota Jogja. Salah satu agenda yang sering dilakukan adalah bekerja sama dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Yogyakarta serta Himpunan Pramuwisata Indonesia mengadakan stand Tourist Information Service. Stand ini diadakan setiap menjelang, selama dan sesudah musim liburan berlangsung (peak season) di beberapa titik strategis di Kota Yogyakarta.
Dimas dan Diajeng diatur secara bergiliran untuk berjaga di Stand Tourist Information ini.

IMG_1580s

Tari Golek Lambang Sari

Kekayaan budaya dan seni tradisional menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Yogyakarta yang memiliki predikat sebagai kota budaya menekankan nilai tradisi dalam kehidupan sehari-harinya. Banyak sekali seniman yang kemudian merepresentasikan kegiatan sehari-harinya dalam sebuah karya seni.
Adalah tari Golek Lambangsari yang menceritakan tentang seorang gadis yang sedang beranjak dewasa. Gadis ini diceritakan sebagai sosok yang mulai pandai bersolek dengan di dalamnya ditampilkan berbagai macam gerakan seperti seseorang sedang memegang cermin, memasang gincu, memakai bedak dan sebagainya.
Tari ini pertamakali diciptakan oleh KRT Purbaningrat dan masuk dalam kategori tari klasik yang ditarikan dengan ragam tari klana alus. Diiringi dengan gendhing seperti nama tarian tersebut yaitu gendhing Lambangsari.
Semula tari ini satu-satunya tari yang dimainkan oleh seorang putri tunggal seperti yang dimaksud dalam judul tarian ini.

156750_1463281590646_7387954_n

Kenduri Jogja

Bencana erupsi Merapi yang terjadi sempat mempengaruhi beberapa sektor di Yogyakarta termasuk salah satunya sektor pariwisata. Untuk membangkitkan kembali gairah pariwisata di Yogyakarta, Pemerintah Kota Yogyakarta mengadakan sebuah acara yang berjudul Kenduri Massal. Kenduri ini dilakukan di kawasan nol kilometer Yogyakarta pada tanggal 5 Desember 2010 dengan menghadirkan sekitar 15.000 peserta dari seluruh penjuru Yogyakarta.
Acara yang dihadiri oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwana X dan Walikota Yogyakarta Herry Zudianto ini dimaksudkan untuk mensosialisasikan dan menyatakan bahwa Yogyakarta telah aman untuk dikunjungi. Ribuan orang memadati kawasan nol kilometer dan Malioboro untuk ikut serta dalam perhelatan akbar ini.

Design Downloaded from free wordpress themes | free website templates | Free Web Icons | Funny Sport Videos.