Category Archives: PDDJ

Tourist Information Service

Dimas dan Diajeng Kota Jogja, tidak hanya bertugas seperti yang kebanyakan orang duga yang hanya tampil dalam pawai atau mendampingi Kepala Dinas atau pejabat lainnya dalam suatu acara. Tetapi Dimas dan Diajeng juga aktif dalam kegiatan promosi atau memperkenalkan pariwisata Kota Jogja. Salah satu agenda yang sering dilakukan adalah bekerja sama dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Yogyakarta serta Himpunan Pramuwisata Indonesia mengadakan stand Tourist Information Service. Stand ini diadakan setiap menjelang, selama dan sesudah musim liburan berlangsung (peak season) di beberapa titik strategis di Kota Yogyakarta.
Dimas dan Diajeng diatur secara bergiliran untuk berjaga di Stand Tourist Information ini.

Tari Golek Lambang Sari

Kekayaan budaya dan seni tradisional menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Yogyakarta yang memiliki predikat sebagai kota budaya menekankan nilai tradisi dalam kehidupan sehari-harinya. Banyak sekali seniman yang kemudian merepresentasikan kegiatan sehari-harinya dalam sebuah karya seni.
Adalah tari Golek Lambangsari yang menceritakan tentang seorang gadis yang sedang beranjak dewasa. Gadis ini diceritakan sebagai sosok yang mulai pandai bersolek dengan di dalamnya ditampilkan berbagai macam gerakan seperti seseorang sedang memegang cermin, memasang gincu, memakai bedak dan sebagainya.
Tari ini pertamakali diciptakan oleh KRT Purbaningrat dan masuk dalam kategori tari klasik yang ditarikan dengan ragam tari klana alus. Diiringi dengan gendhing seperti nama tarian tersebut yaitu gendhing Lambangsari.
Semula tari ini satu-satunya tari yang dimainkan oleh seorang putri tunggal seperti yang dimaksud dalam judul tarian ini.

Kenduri Jogja

Bencana erupsi Merapi yang terjadi sempat mempengaruhi beberapa sektor di Yogyakarta termasuk salah satunya sektor pariwisata. Untuk membangkitkan kembali gairah pariwisata di Yogyakarta, Pemerintah Kota Yogyakarta mengadakan sebuah acara yang berjudul Kenduri Massal. Kenduri ini dilakukan di kawasan nol kilometer Yogyakarta pada tanggal 5 Desember 2010 dengan menghadirkan sekitar 15.000 peserta dari seluruh penjuru Yogyakarta.
Acara yang dihadiri oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwana X dan Walikota Yogyakarta Herry Zudianto ini dimaksudkan untuk mensosialisasikan dan menyatakan bahwa Yogyakarta telah aman untuk dikunjungi. Ribuan orang memadati kawasan nol kilometer dan Malioboro untuk ikut serta dalam perhelatan akbar ini.

Design Downloaded from free wordpress themes | free website templates | Free Web Icons | Funny Sport Videos.